Sering
dalam kegiatan sehari-hari kita sering mendengar kata etika, apa itu etika?
Etika berasal dari bahasa latin, Etica yang berarti falsafah moral dan
merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut pandang budaya,
susila dan agama. Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos ayng berarti
kebiasaan, watak. Etika memiliki banyak makna antara lain :
- Semangat khas kelompok tertentu, misalnya ethos kerja, kode etik kelompok profesi
- Norma-norma yang dianut oleh kelompok, golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik dan benar.
- Studi tentang prinsip-prinsip perilaku yang baik dan benar sebagai falsafat moral. Etika sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia.
Berdasarkan dari apa yang telah di jelaskan diatas mengenai pengertian etika, etika memiliki beberapa prinsip, berikut ini prinsip etika menurut Arens dan Lobbecke (1996 : 81) adalah :
1.
Tanggung
Jawab
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya
sebagai professional dan pertimbangan moral dalam semua aktifitas mereka.
2.
Kepentingan
Masyarakat
Akuntan harus menerima
kewajiban-kewajiban melakukan tindakan yang mendahulukan kepentingan
masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat dan menunjukkan komitmen pada
professional.
3.
Integritas
Untuk mempertahankan dan menperluas
kepercayaan masyarakat, akuntan harus melaksanakan semua tanggung jawab
professional dan integritas.
4.
Objektivitas
dan indepedensi
Akuntan harus mempertahankan
objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab
profesioanal. Akuntan yang berpraktek sebagai akuntan public harusbersikap
independen dalam kenyataan dan penampilan padawaktu melaksanakan audit dan jasa
astestasi lainnya.
5.
Keseksamaan
Akuntan harus mematuhi standar
teknis dan etika profesi, berusaha keras untuk terus meningkatkan kompetensi
dan mutu jasa, dan melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan
terbaik.
6.
Lingkup
dan sifat jasa
Dalam menjalankan praktek sebagai
akuntan public, akuntan harus mematuhi prinsip- prinsip prilaku professional
dalam menentukan liingkup dan sifat jasa yang diberikan.
Dari apa yang telah di jelaskan tentang beberapa prinsip mengenai etika, terdapat basis terori etika, diantaranya :
·
Etika Teleologi
Teologi berasal dari kata Yunani,
telos = tujuan, berarti mengukur baik buruknya suatu
tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau
berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
·
Deontologi
Istilah deontologi berasal dari
kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa
perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi
menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena
perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah
kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang
merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
·
Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini
barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk
mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena
berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi
uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua
manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran
demokratis.
·
Teori Keutamaan (Virtue)
Teori ini memandang sikap atau
akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau
jujur, atau murah hati dan sebagainya. Sedangkan Keutamaan bisa
didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah
diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah
laku baik secara moral.
Dalam kehidupan bersosial kita juga sering mendengar orang berkata Egoism, Egoism itu sendiri
adalah suatu bentuk ketidak-pedulian kepada orang lain. Inti pandangan egoisme
adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar
pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral
setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme
ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu
ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan
fisik yang bersifat vulgar .
Kesimpulan dari apa yang telah dijelaskan, etika tidak mempersoalkan keadaan
manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh
bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma
agama, norma moral dan norma sopan santun.
Sumber :



0 comments:
Post a Comment